PELATIHAN PEMBUATAN SIRUP JERUK MADANG LOK BAINTAN
DOI:
https://doi.org/10.35130/965exg64Abstract
Pelatihan pembuatan sirup jeruk madang di Desa Lok Baintan dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal. Selama ini, jeruk madang umumnya dipasarkan dalam bentuk buah segar dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan wawasan kewirausahaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jeruk madang menjadi produk sirup yang higienis dan bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi kewirausahaan, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan evaluasi hasil produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam proses produksi dan pengemasan sirup jeruk madang, terbentuknya produk prototipe, serta meningkatnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan produk unggulan desa dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan
References
Anggraeni, F. D. (2013). Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui fasilitasi pihak eksternal dan potensi internal (Studi kasus pada kelompok usaha" Emping Jagung" di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang), (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga. Jakarta: BPOM RI.
Chambers, R. (2014). Rural Development: Putting the Last First. London: Routledge.
Food and Agriculture Organization. (2018). Value addition in agricultural products and rural development. Rome: FAO.
Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship. New York: McGraw-Hill Education.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2021). Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal. Jakarta: Kemenkop UKM.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2022). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kemenparekraf.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The Adult Learner. New York: Routledge.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Ngibad, K., Sembilu, N., & Ula, K. (2021). Pelatihan dan Pendampingan dalam Pemasaran Produk Sirup Markisa Melalui Internet Marketing. AMALIAH: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakaT, 5(1), 32-39.
Normaidah, N., Mazdadi, M. I., Ratnapuri, P. H., & Buih, P. H. J. (2025). Pelatihan Penerapan Teknologi Alat Produksi dan Pengemasan bagi UMKM Labuana Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 6(1), 56-61.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.
Suryana. (2014). Kewirausahaan: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
Suseno, R., Surhaini, S., Rahmayani, I., Ulyarti, U., & Lavlinesia, L. (2021). Pelatihan Pembuatan Sirup dan Minuman Serbuk Kunyit Asam di Desa Suka Maju Muaro Jambi. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 5(3), 349-355.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12th ed.). Boston: Pearson
